“Bagaimana mungkin orang lain akan mematuhiku, sementara aku sendiri tidak patuh bahkan menolak perintah-perintah dari diriku sendiri”


Banyak orang tidak memiliki power. Powerless. Akibatnya mengalami stagnasi, demotivasi, finger-pointing, tak berdaya terhadap situasi. Mereka powerless karena leaderless – tidak mampu memimpin, mengatur, mengelola diri sendiri. Banyak orang juga tidak beroperasi sebagai manusia. Mereka beroperasi sebagai binatang ekonomi semata, bahkan beroperasi seperti zombie. Mengejar banyak hal namun kering makna. Memiliki pencapaian namun tidak bahagia.


Program pelatihan ini untuk membuat kembali menyadari kekhalifahan (leadership) diri, beralih dari posisi korban menjadi pelaku, mengambil tanggungjawab; berkuasa atas kata- kata, mampu memimpin pikiran, perasaan, ucapan, tindakan; memiliki nilai diri yang tinggi; memiliki personal power berdasarkan hati nurani, cinta, dan nilai-nilai luhur sehingga mampu berkomunikasi dengan lebih efektif, menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi, melakukan self-coaching untuk menyusun prioritas-prioritas hidup dan mencapai tujuan-tujuan hidup.


Dengan memiliki kemampuan memimpin diri sendiri, seseorang akan mampu memimpin orang lain.


Apa yang dipelajari?

  • Siapa diri kita ?
  • Bagaimana Kembali menyadari diri sebagaipemimpin/khalifah
  • Hukum dasar kepemimpinan universal
  • Apa sumber daya dan modal manusia
  • Cara manusia beroperasi
  • Membuat makna yang memberdayakan
  • Bagaimana ‘memiliki’ power zone (pikiran, perasaan, ucapan, dan tindakan)
  • Bertanggungjawab atas vs Bertanggungjawab untuk
  • Bagaimana memiliki self-esteem, self-confidence, dan self-efficacy
  • Distorsi pikiran (hoax pikiran) yang menghambat berpikir dan cara mengatasinya.
  • Memahami emosi dan bagaimana mengelolanya.
  • Bagaimana hubungan kata-kata dengan nasib
  • Bagaimana menyusun kata-kata yang berkuasa.
  • Bagaimana mengenali masalah dan pola pikir menyelesaikannya.
  • Bagaimana menyusun misi hidup dan prioritas-prioritas besar kehidupan.
  • Hati nurani dan perannya terhadap pikiran sadar dan bawah sadar.
  • Cinta, miskonsepsi tentang cinta dan bagaimana cara mencintai
  • Cara mencapai tujuan-tujuan dan bagaimana melakukan self-coaching untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dengan Bra-Model.
  • Bahagia dan miskonsepsi tentang bahagia
  • Faktor-faktor ‘x’ pendekat outcome.
Contact Us